Wednesday, October 13, 2010

Jadilah Dirimu Sendiri

Bermacam-macam orang berada di sekitar kita. Mereka memiliki bermacam-macam kehidupan dan cara masing-masing untuk menjalani kehidupannya. Beberapa diantara orang-orang tersebut terdapat orang yang sudah sukses dan orang yang ditunda kesuksesannya. Terkadang timbul di hati kita ingin mengikuti kesuksesan seseorang dengan mencari tahu bagaimana mereka dapat memperoleh kesuksesannya. Mungkin kita juga pernah berpikir dengan melakukan hal yang sama dengan mereka kita dapat mengulang apa yang telah mereka dapatkan. Mungin ada sebagian orang yang ingin meniru kesuksesan orang lain dengan meniru perilakunya atau bahkan penampilannya. Akan tetapi, apakah langkah ini dapat berhasil? Mungkin ada orang yang bisa berhasil dengan cara ini. Tapi aku yakin setiap orang memiliki jalan suksesnya masing-masing.
Saat ditanya ingin menjadi apa waktu kecil dulu, aku sering menjawab ingin menjadi dokter. Mungkin anak-anak lain disekitarku juga akan berkata demikian. Namun, berbeda dengan anak-anak yang ada di Jepang. Anak-anak di sekitar pantai menjawab ingin menjadi nelayan. Semua ini bergantung pada lingkungan anak-anak tersebut. Mungkin jika disekitarnya ada seorang insinyur yang sukses, anak-anak akan berkata ingin menjadi seorang insinyur jika mereka ditanya tentang cita-citanya.
Aku ingin menekankan bahwa kita memiliki jalan sukses masing-masing dan itu berbeda-beda. Orang yang sukses adalah orang yang mampu mencari jalan untuk melewati setiap masalah yang dihadapinya. Jangan melihat apa yang seseorang pikirkan tapi lihatlah bagaimana cara seseorang tersebut memikirkannya.

Sunday, October 3, 2010

Makan

Salah satu kalimat yang sampai saat ini masih teringat olehku dari ibuku adalah "Makan untuk hidup dan jangan hidup untuk makan". Sebuah kalimat yang unik bagiku yang mengajarkan sebuah hidup yang sederhana dan bersahaja. Asalkan kita bisa hidup dengan apa yang kita makan, itu adalah batas yang cukup untuk kita berhenti makan saat itu dan jangalah hidup yang kita miliki kita gunakan seenaknya untuk memakan semua yang ada di depan kita. Memang dari kecil aku sudah terlatih seperti ini. Pernah suatu hari aku sarapan neng nasi yang dicampur dengan sedikit parutan kelapa dan sedikit bumbu garam tapi bagiku itu terasa enak. Makan daging bagi keluarga kami saat itu adalah sebuah hal yang langka. Namun, ternyata kami masih bisa bertahan samapi sekarang seperti orang-orang lainnya.
Ada hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa kita harus menghentikan kegiatan makan kita sebelum kita kenyang. Selain itu, hadis lainnya menjelaskan bahwa saat makan hendaknya kita mengisi perut kita denga sepertiga makanan, sepertiga air, dan sisanya adalah udara. Memang terasa nikmat jika kita makan sampai kenyang. Apalagi jika makanan yang kita makan memiliki rasa yang sangat enak. Seoalah-olah mulut ini tidak mau berhenti untuk makan. Akan tetapi, hal itu malah kemungkinan akan berakibat buruk. Jika kita kekenyangan maka kita akan lebih mudah mengantuk karena akan dibutuhkan okeigen yang lebih banyak untuk melakukan proses pada makanan yang kita makan. Selain itu, jika kita makan terlalu banyak kita kan lebih mudah terkena obesitas dan penyakit lainnya.
Suatu saat aku mendapatkan pengalaman menarik dari salah satu alumni kampusku. Beliau berkata mengapa seekor harimau atau makhluk buas lainnya selalu makan secukupnya. Beliau menjelaskan bahwa harimau tidak memiliki kulkas atau apartemen untuk menyimpan daging yang mereka makan. Mereka hanya makan sampai kenyang dan tidak akan makan sampai waktu berikutnya. Mungkin hal inilah yang menyebabkan kehidupan di alam selalu seimbang. Hal ini mengajarkan kepada kita agar kita tidak rakus dalam mencari makanan (harta). Kerakusan hanya akan menggeser keseimbangan dan pasti menimbulkan masalah.

Saturday, October 2, 2010

Amanat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata amanat digunakan untuk mendefinisikan pesan, perintah, atau wejangan yang diberikan kepada seseorang dari orang lain. Memperoleh suatu amanat berarti orang tersebut telah mendapat kepercayaan dari sang pemberi amanat. Setelah mendapatkan sebuah amanat ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan oleh orang yang diberi amanat. Pertama, orang tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk melaksanaan amanat tersebut. Kedua, meninggalkan amanat yang telah diberikan bahkan melupakannya begitu saja seolah-olah tidak pernah terjadi. Jika orang tersebut melakukan kemungkinan yang kedua maka dapat dipastiakn akan timbul perasaan kecewa pada hati sang pemberi amanat. Mungkin amanat yang diberikan memang sepele. Namun, jangan melihat nilai dari amanat tersebut. Lihatlah nilai kepercayaan dari amanat yang diberikan.
Aku yakin setiap orang pasti akan berkata bahwa suatu hal yang sulit untuk mendapatkan sebuah kepercayaan dari seseorang. Namun, akan lebih sulit lagi untuk mendapatkan sebuah kepercayaan yang pernah hilang. Bahkan kepercayaan tersebut mungkin tidak akan pernah kembali padanya. Karena itu, jagalah baik-baik kepercayaan yang telah diberikan padamu. Jangan pernah menyia-nyiakannya. Selain itu, ingatlah menjaga pasti lebih berat dari pada mendapatkannya.